Recents in Beach

Ichiokunen Button o Rendashita Ore wa - Chapter 30 Part 2 Bahasa Indonesia

Chapter 30 Part 2 - Periode Perekrutan dan Kelompok Aneh [3]

Kemudian, pertandingan vanguard dan pertandingan inti diadakan ... hasilnya adalah kekalahan telak.

“... Kuat.”

Sekretaris Lilim-Tsuorine.

Bendahara Ferris-Magdalot.

Ria dan Rose yang belum terkalahkan sejauh pertandingan ini, tidak mampu berkutik di hadapan mereka berdua.

“M-maaf, Allen...”

“Kami, kami kalah...”

“Jangan khawatir. Aku senang kalian berdua tidak terluka.”

Setelah berbicara dengan Ria dan Rose, aku melirik ke belakang.

“Seperti yang diharapkan dari Lilim dan Ferris! Dengan ini, kemenangan Dewan OSIS ditentukan!”

“Ya, itu sudah pasti.”

“Kami menang, tapi mereka lebih kuat dari yang kami sangka-sangka? Apa mereka ini benar-benar siswa kelas satu? ... Aku jadi ragu mungkin ada yang salah dengan umur mereka.”

Para anggota OSIS dengan senang hati bertukar tos.

(Aku tidak menyangka akan ada banyak perbedaan dalam kemampuan dasar...) 

Sambil memikirkan itu, ketika aku melirik anggota dewan OSIS,

“Sekarang, para dewan OSIS telah menang dua kali berturut-turut! Kekalahan dari klub latihan-ayunan sudah diputuskan, tetapi ini adalah final! Karena itu mari kita lanjutkan ke pertandingan Jenderal!”

Komentator melanjutkan pengumuman itu, dan riuh dari sorakan penonton naik dengan cepat.

“Lalu, mari kita mulai! Ketua Klub Latihan-ayunan! Dia mengalahkan pengguna soul dress di Festival Suci Lima Besar, tetapi didiskualifikasi dan diskors dari akademi karena kelakuan buruk! Si anak bermasalah dari Akademi Pedang Seribu! Allen-Rodore!”

Ya ... dia benar.

Itu benar tanpa dusta … walaupun itu pengenalan yang sedikit berlebihan.

“Dan dan — pendekar pedang jenius yang telah menduduki kursi ketua OSIS di tahun keduanya! Ketua Dewan OSIS! Sie-Arcstria!”

Rambut hitam panjang dan indahnya memanjang ke belakang.

Kulitnya seputih salju.

Tingginya sekitar 160cm.

Dia berwajah sangat cantik, dan mempunyai aura yang terasa seperti 『Onee-san』.

“Fufu, tolong bersikap lembut lah, Allen-kun?” Katanya, dengan cepat mengulurkan tangan kanannya.

“Aku juga, tolong jangan terlalu keras padaku, Ketua.”

Aku mengambil tangannya dan menjabatnya dengan mantap.

(Dewan OSIS yang mengalahkan Ria dan Rose — mereka jelas lawan yang sulit.)

Aku akan hadapi dia dengan niat untuk belajar darinya.

Kemudian, begitu kami berdiri di tengah panggung, komentator mengumumkan.

“Kedua belah pihak, apakah kalian sudah siap? Baiklah, Pertandingan jenderal — MULAI!”

Pada saat yang sama ketika sinyal dimulainya pertandingan diberikan, aku langsung menyerang.

First Sword – Flying Shadow!”

Memberikan tebasan kuat flying shadow, sembunyi di belakangnya sekaligus mendekat.

Awalnya ini adalah salah satu taktik terbaikku yang kuharapkan sulit dihadapi oleh lawan. 

Akan tetapi, 

“—Teknik yang menghalangi penglihatanku sangat bagus untuk pengalihan, kan?”

“!?”

Ketua dengan kuat menangkal Flying Shadow, dan dengan tenang mengetahui posisiku yang bersembunyi di belakangnya.

(...Taktikku sudah dibacanya!?) 

“G-gaya awan — Cirrocumulus!”

Aku yang bingung buru-buru melepaskan empat tebasan serentak yang merupakan teknik tercepatku saat ini.

Itu juga untuk tipuan. 

“Ara, empat ini sama sekali tidak cukup, lho?”

Dia dengan cemerlang mampu menghindari dua tebasan sambil menangkal sisanya tanpa susah.

Ketenangan, ketajaman visual, ilmu pedang — semuanya sudah di tingkatan tinggi. 

(Kuat ... dan berkebalikan dengan Kekuatan Kasar Sid-san, miliknya merupakan “Kekuatan Terampil”...)

Mungkin ini pertama kalinya aku menghadapi lawan yang sangat terampil.

Tentunya serangan setengah matang tidak akan berhasil melawannya.

“Benar, lalu bagaimana dengan ini...? Seni Rahasia: Gaya Sakura Blossom One-Sword—Mirrored Sakura Slash!”

Sebanyak delapan tebasan dilepaskan secara bersamaan, empat dari kiri dan kanan seperti cermin.

“Indahnya. Tapi tetap saja, masih belum cukup.”

Tanpa menggunakan teknik gaya mana pun, dia memotong delapan tebasan dalam sekali tebas.

(He-hebat...) 

Aku tak pernah membayangkan itu bakal bisa dipotong dengan sempurna seperti itu.

Dalam hal keterampilan dasar, dia jelas lebih baik.

Tapi — aku masih punya itu.

Tebasan mematikan yang memotong penjara waktu dan mengalahkan 〈Shadow Ruler〉 Dodriel…! 

Fifth Sword – World Judgement!”

Tebasan yang mampu memotong ruang dan dunia,

“Wow, ini tebasan hebat...!”

Dia berkata begitu tanpa panik menghindarinya. 

“……!?”

“Tapi ... bukankah itu terlalu memakan waktu hanya untuk sekali ayunan? Kalau itu tidak mengenaiku, maka itu bukan masalah besar.”

Hanya sekali lihat, ia sudah menemukan kelemahan World Judgement.

Seperti katanya, kekuatan World Judgement memang hebat, tapi ... ada kelemahannya, yaitu membutuhkan waktu untuk menghasilkan teknik. 

Aku terdiam.

Kemampuan berpedangnya begitu tajam sehingga aku kehabisan kata-kata untuk memujinya.

“Fufu, kemarilah, Allen-kun” Katanya sambil tersenyum lembut, seolah mengajak anak kecil.

“U-UOOOOO…!”

Lalu aku menyerangnya lagi dan lagi.

Namun, itu dihindari, ditangkis, ditangkal — tak satupun yang menyentuhnya.

Teknik pedang yang telah kuasah sampai kini tak efektif melawannya.

Puncak ilmu pedang — aku dengan jelas ditunjukkan definisi 『keterampilan terbaik』.

Aku tak bisa menahannya — itu sangat menyenangkan.

(Fu, haha, hahahaha…!)

Sangat menyenangkan mengetahui diriku masih belum matang.

Menyenangkan mengayunkan pedang secara bebas dengan segenap kekuatan.

Menyenangkan bertarung melawan lawan yang tak bisa kukalahkan.

(Aa, ini sangat menyenangkan ... sangat — MENYENANGKAN!)

Pada saat itu.

Hanya sekejap — kekuatan luar biasa mengalir di tubuhku.

“Raa!”

“…Eh?”

Lalu.

Tebasan dahsyat yang bahkan menghancurkan pikiranku, menembus dunia.

Kebetulan pedangnya mencoba menangkisnya tapi — pedang itu tak kuasa menahan kekuatan yang mengerikan, dan patah menjadi dua.

““…!?””

Ketua dan aku menarik napas pada saat bersamaan.

Serangan itu menawarkan kekuatan luar biasa — meski hanya tebasan sederhana.

(U-Untuk sesaat, apa orang itu ingin keluar...?) 

Aku meletakkan tanganku di dadaku, tetapi aku tidak merasakan bara jiwa yang tinggi seperti ketika aku memegang pedang roh.

(A-apa ini cuma imajinasiku...?) 

Ketika aku mengangkat kepalaku — ada sosok ketua yang berdiri linglung.

“Umm ... bagaimana sekarang?”

Aku pribadi ingin ia mendapatkan pedang baru dan berhadapan denganku lagi ...

“……”

Kemudian dia memelototiku sejenak dan menggelengkan kepalanya dengan tenang.

“Itu tidak mungkin ... aku menyerah ...”

Tak lama berselang, 

“Kontestan Sie-Arcstria, menyerah! Jadi pemenangnya ialah Allen-Rodore!”

Wasit mengumumkan hasilnya dengan nada tinggi, dan seluruh tempat menjadi riuh.

“A-a-a-apa-apaan ini!? Tak kusangka Allen-Rodore menyembunyikan kekuatan sebesar ini!? Kejutan besar! Dark horse! Kemenangan Kejutan! Ketua OSIS, Sie-Arcstria dikalahkannnn!!?!”

Menanggapi pengumuman kemenangan dari komentator, sepenjuru tempat dipenuhi kegembiraan.

Pada akhirnya, perang anggaran klub berakhir dengan hasil;

Dewan OSIS tempat pertama, Klub Latihan Mengayun tempat kedua, dan Klub Judo tempat ketiga.

Banyak tepuk tangan dikirim dari para senpai dan teman sekelasnya kepada kami, yang dengan brilian menempati peringkat ke-2 perang anggaran klub pada tahun pertama pendirian klub.

Aku, yang tak pernah mempunyai pengalaman dielu-elukan oleh semua orang seperti ini, jujur ​​saja aku cukup senang.

(Namun, ada satu hal yang menggangguku...) 

Ketua OSIS yang baru saja kalah dariku menatapku dengan ekspresi cemberut.

(Haa ... Aku mohon, tolong jangan ganggu aku ...) 

Sambil mendesah dalam hati — aku pura-pura tak memperhatikan tatapan tajam ketua.

«««PrevToC – Next»»»