Recents in Beach

Seiken Gakuin no Maken Tsukai - Chapter 1 Bahasa Indonesia

Seiken Gakuin no Maken Tsukai Novel Indo
Bab 1 — Kebangkitan Raja Iblis

“.... Saat ini, kami berada di lantai ketujuh. Tidak ada reaksi dari Void.”

“...... Tolong ..... selidiki .... lebih lanjut .....”

Terminal tipe anting yang bergoyang di telinga gadis itu mengeluarkan suara bercampur derau.

Perangkat komunikasi militer yang diberikan kepada kandidat Pendekar Pedang Suci «Holy Sword» dari Akademi Pedang Suci akan menurun kinerjanya jika mereka masuk semakin jauh dan dalam ke reruntuhan.

“Nyonya Selia, apakah sudah waktunya untuk kita kembali?”

“Ada laporan bahwa mereka telah membuat sarang jauh di dalam reruntuhan. Mari kita selami sedikit lagi dan lanjutkan penyelidikan.”

Gadis itu dengan gagahnya bergerak maju disertai dengan rambut perak panjangnya yang melenggak-lenggok di punggungnya.

Dengan tekad yang kuat, mata biru esnya menatap bagian dalam reruntuhan yang gelap dan senyap.

Sosok gadis itu pun terlihat saat cahaya dari perangkat sihir tipe staf pendek menyala.

Berusia lima belas tahun, rambut keperakan indahnya secara samar memancarkan kilauan karena pantulan dari cahaya.

Kulitnya putih dan halus hingga seakan-akan membuatmu salah mengira ia adalah peri salju pada pandangan pertama.

Bibir merah mudanya cerah. Jika ia berjalan-jalan di kota, penampilan cantiknya akan membuat semua orang berbalik untuk melihatnya, merasakan darah bangsawan yang secara alami terpancarkan darinya.

Lisellia Ray Christallia.

Fakta bahwa ia adalah seorang anak bangsawan kekaisaran yang memerintah Kota Taktis yang dikenal sebagai «Assault Garden» dan ia tidak seharusnya berada di tempat yang berbahaya seperti ini.

“Ya ya, Nyonya Celia terlalu serius.”

Gadis mungil berambut blonde yang dipotong pendek sampai ke leher mengangkat bahunya sambil tersenyum masam.

Regina Mercedes adalah pelayan yang didedikasikan untuk terus mendampingi Lisellia.

Bola mata biru besarnya bergerak dengan terampil dan lincah. Anggota badannya terlatih dan fleksibel, benar-benar seorang wanita cantik yang tidak bisa kau anggap remeh hanya karena penampilannya.

Mereka berdua sama-sama mengenakan seragam biru tua.

Itu adalah seragam resmi untuk para Pendekar Holy Sword milik Akademi Holy Sword di Assault Garden ke-7.

Misi mereka adalah untuk menyelidiki reruntuhan peninggalan zaman kuno yang tiba-tiba muncul di padang pasir.

Beberapa hari yang lalu, gempa bumi besar terjadi di daerah ini, dan sebuah reruntuhan bersejarah yang terkubur di ruang bawah tanah ditemukan.

Oleh sebab itu, mereka dikirim ke reruntuhan ini, yang diduga kuat sebagai tempat Void membuat sarangnya karena mereka telah mendeteksi kekuatan magis yang terkumpul di dalamnya. 

Investigasi reruntuhan adalah tugas yang berbahaya dan tak diragukan lagi itu merupakan tugas mereka sebagai unit Canary untuk dilakukan. Sekitar setengah tahun yang lalu, satu peleton dalam misi pengintaian berhadapan dengan sekelompok Void dan dibantai habis.

── Void.

Penjajah dari dunia lain yang menginvasi ras manusia 64 tahun yang lalu dan menghancurkan lebih dari tiga perempat ras manusia.

Dari mana asalnya, apa tujuannya, dan ekologinya masih misteri.

Apakah mereka senjata, makhluk, atau bahkan bukan dari keduanya juga tidak pasti.

Namun, sejauh ini hanya satu hal umat manusia ketahui, adalah bahwa mereka menyerupai makhluk dari zaman kuno.

“Ini misi penting. Jika kita kehilangan sarangnya, mereka kemungkinan besar akan menyerang kota.”

Menggigit bibirnya dengan erat, Lisellia melangkah maju.

Bukan hanya ia merasa takut. Sebaliknya, dia lebih takut daripada siapapun, dan ketika ia muda, ia sering bersembunyi di belakang kakak perempuannya yang setahun lebih tua darinya.

Udara di reruntuhan bawah hangat dan berbau pengap.

Itu tampak seperti makam.

...Atau mungkin ini memang makam.

Lisellia berbisik di dalam batinnya.

Reruntuhan kuno yang diduga merupakan peninggalan ratusan tahun yang lalu. Jika kau berani melihat-lihat di dalamnya, kau akan menemukan patung-patung seram yang ditempatkan di mana-mana. Mereka semua tampak menyerupai monster-monster yang ada dalam dongeng-dongeng.

Misalkan, kalau ini makam tempat raja tidur maka—

....Aku pikir mungkin raja itu sangat kesepian, pikir Lisellia.

Mereka melanjutkan melalui lorong yang sepi, sambil mewaspadai tanda-tanda kehadiran Void.

Lalu....

“......Oh, apa ini jalan buntu?”

Regina menghentikan kakinya dan mengerutkan kening.

“Terlihat seperti pintu...”

Mengatakan demikian, Lisellia menatap dinding besar yang berdiri di depannya.

Dia mencoba mendorongnya dengan kedua tangan, tetapi tidak mau bergerak.

“Pertama-tama, haruskah kita hancurkan pintu ini?”

“Tunggu, aku melihat ada sesuatu yang tertulis di sana.”

Menghentikan Regina yang menggumamkan beberapa kata yang berbahaya, Sellia mendekatkan cahaya dari staf ke pintu untuk bisa melihat lebih jelas apa yang dilihatnya.
Ada sesuatu seperti karakter-karakter terukir di permukaan, tetapi dia, yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang hal-hal yang berhubungan dengan reruntuhan kuno, belum pernah melihat karakter seperti ini sebelumnya.

“Bisa Anda membacanya?”

“Biarku lihat dulu, um, ini bahasa elf kuno ... atau roh...?”

Ketika Lisellia mengeluarkan terminal analisis kecil, sebuah informasi mengetuk dengan cepat.

“Apa yang terjadi?”

“...Pintu ini masih hidup.”

“Masih hidup?”

“Sepertinya sistem masih berjalan. Itu terlihat seperti perangkat sihir kuno tapi.....”

“......Apa itu perlu waktu?”



“Ya, hanya sebentar.”

Regina mengangkat bahunya, menghela napas ringan.

Dia memiliki pemahaman yang baik tentang kepribadian Lisellia.

“Lalu, saya akan mengawasi sekitar.”

“Ya, aku mengandalkanmu.”

Regina melambaikan tangannya dan kembali ke lorong.

Dia adalah tipe orang yang tidak bisa diam menunggu.

Bertindak sendiri di reruntuhan itu berbahaya, tetapi dia tidak seperti Lisellia. Dia memiliki kekuatan Pedang Suci yang dapat menghadapi Void. Baiklah, aku rasa dia akan baik-baik saja.

Lisellia pun mengoperasikan terminal dan mulai menganalisis karakter kuno yang tidak diketahui.

Seharusnya ada struktur karakter yang serupa dalam database.

Apa yang ada di balik pintu? Ada sesuatu yang membuatku penasaran dan tertarik.

Saat dia menyentuh karakter itu──

*Buzz* kilatan cahaya sihir meledak.

*Gogogogogogogogogogogogogo*

Pintu batu yang berat terbuka perlahan.

Lisellia membelalakkan matanya dan menerangi kegelapan di dalamnya dengan staf pendeknya.

Dan──

A-Apa itu ...?

Ada kristal hitam besar tertanam di dinding batu, memancarkan cahaya yang menakutkan.

...Aku belum pernah melihat benda seperti itu.

Terminal membunyikan peringatan dalam suara lengkingan.

Reaksi energi sihir...?

Perangkat yang mendeteksi kekuatan sihir mengeluarkan semua peringatan error.

Pengukur kekuatan sihir telah melebihi batas maksimal nilai numerik yang ditetapkan dan akhirnya rusak.

“Ah mo~ rusak di saat seperti ini....”

Setelah bergumam, Lisellia akhirnya memberanikan dirinya untuk secara perlahan mendekati kristal itu.

Dia melihat sesuatu seperti sosok manusia di kristal yang tersegel oleh aura kegelapan.

“...... Uh, mustahil ... Bagaimana bisa!?”

Dia mengambil napas sejenak dan melihat ke bagian dalam kristal lagi.

Tidak salah lagi, ada sesuatu yang terlihat seperti sosok manusia di sana.

Aku harus membebaskannya....!

Lisellia menarik pistol keluar dari sarungnya.

◼◼◼

*Bang, bang, bang bang!*

(....Berisik sekali)

Untuk suara tidak menyenangkan yang terdengar dari luar peti mati, Raja Iblis Undead Leonis De Magnus terbangun.

Di dalam Masoleum bawah tanah yang merupakan peninggalan dari kota undead kuno, Necrozoa, waktu yang ditangguhkan mulai bergerak dan jiwa Raja Iblis yang tersegel di dalam peti mati telah sepenuhnya bangkit.

Sudah 1000 tahun telah berlalu ya...?

*Bang, bang, bang bang!*

Dalam sebuah penglihatan yang masih tertutup dalam kegelapan, dia mulai memutar ulang pikirannya.

Kesadarannya benar-benar hilang saat ia disegel dalam peti mati ini.

Saat itu, aliran waktu benar-benar dihentikan sejak hari tatkala pasukan undead dikalahkan oleh para pahlawan umat manusia dan Necrozoa yang merupakan benteng terakhir Raja Iblis jatuh.

*Bang, bang, bang bang!*

Sepertinya ritual reinkarnasi sudah berhasil ...

Leonis sedikit menggerakkan jarinya.

Bagaimanapun rasanya masih samar-samar, tetapi yang pasti ia mulai merasakan sesuatu seperti sensasi dari anggota tubuhnya sendiri.

Tidak peduli seberapa abadinya sang Raja Iblis, ia tidak dapat menjaga tubuhnya tetap utuh selama seribu tahun tanpa memasok Mana-nya. Oleh karena itu, ia membekukan jiwanya menggunakan teknik kematian dalam persiapan untuk bereinkarnasi di dalam sangkar ini menggunakan wadah baru.

*Bang bang, bang bang bang bang bang bang!!*

....~Diam!

Pikirannya benar-benar terganggu karena suara keras itu.

Suara apa itu?

Tampaknya, ada seseorang yang sepertinya sedang mencoba untuk menghancurkan peti mati menggunakan sesuatu seperti peluru dari luar.

Untuk membangunkan Raja Iblis dari tidurnya, siapa orang lancang ini?

Mausoleum bawah tanah sebenarnya disegel oleh penghalang yang kuat, jadi menemukannya adalah sangat tidak mungkin kecuali jika ada bencana alam terjadi selama ribuan tahun.

Tapi mausoleum ini seharusnya tertutup sempurna oleh dinding sihir—

Leonis memusatkan indera pendengarannya pada suara di luar.

Orang lancang yang mencoba menghancurkan peti mati Raja Iblis tampaknya sedang mengucapkan sesuatu.

Terdengar seperti bahasa manusia. Hhmm ……

Meski Leonis mengerti bahasa manusia, ada sepatah yang tidak ia mengerti, jadi dia menduga bahwa mungkin sistem bahasa manusia sedikit berubah mengingat lamanya zaman telah berlalu.

Jadi ia mengucapkan mantra «decipher language» sambil mengulurkan jari-jari dalam gelap. Sebuah cahaya muncul di hadapannya secara instan.

Bahkan setelah reinkarnasi pun, sihir itu masih bisa diaktifkan tanpa masalah.

“Menggunakan peluru tidak ada gunanya. Sepertinya itu bukan kristal biasa ya. Berikutnya bagaimana dengan amunisi yang mampu menembus objek yang berkaitan dengan armor (Anti-material)—”

Leonis memang tidak sepenuhnya mengerti arti dari bahasa yang orang itu ucapkan, akan tetapi dia yakin kalau orang itu mencoba menghancurkan peti mati ini.

(....Pencuri makam ya?)

Leonis menyimpulkan.

Tentu saja apapun yang terjadi, tidak akan ada satu pun goresan kecil pada peti mati ini jika kau gunakan sihir biasa atau sejenisnya.

Bagaimanapun, dia harus menghukum orang lancang semacam ini.

(──Aku akan membakar ke dalam ingatanmu karena telah membangkitkan Raja Iblis, dan membuatmu mati dengan sosok ini!!)

Segera, Leonis mengulurkan tangannya untuk menghancurkan kristal.

*Crinnnnn!*

Dengan suara keras, peti mati yang terbuat dari kristal gelap itu hancur berantakan.

Gelombang kejut yang dihasilkan dilepaskan secara radial dan sosok manusia yang ada di depannya terpental.

“……”

Raja Iblis yang dihidupkan kembali setelah 1000 tahun, menatap tajam pada sekelilingnya.

Tidak ada sedikitpun perubahan pada suasana di mausoleum bawah tanah.

Suasana mencekamnya memberikan kesan aroma kematian yang kental, sama seperti dahulu kala.

“........ uh, aduh ...!”

Pada akhir garis pandang Leonis, sesosok manusia berjongkok dan suara seperti rintihan pun terdengar.

Tentu saja, gelombang kejut sebelumnya bukan dimaksudkan untuk menghukum mati pencuri makam. Untuk orang lancang sepertimu, mulai sekarang aku akan memberimu rasa takut akan kebangkitan Raja Iblis ini..

“Eh!?”

Dan di saat ia mulai melangkahkan satu kakinya. Leonis tanpa sengaja membelalakan matanya.

Seorang gadis?

Umurnya mungkin 14 atau 15 tahun.

Rambut perak berkilau terlihat bahkan dalam tempat yang minim pencahayaan. Pupil mata biru esnya sejernih kristal. Kulitnya putih seputih putri salju, dan wajahnya sangat cantik sehingga bisa disalahartikan bahwa ia mungkin berasal dari ras High Elf yang hidup di hutan roh pada pandangan pertama.

Tidak, bahkan untuk ras High Elf, adakah seorang gadis yang secantik dia?

Penampilannya seperti patung rumit yang diukir oleh sang dewi.

Leonis berdiri diam di tempat, menarik napas dalam-dalam dan secara naluriah terpesona.

Dia benar-benar lupa akan tujuan awalnya.

Gadis itu mengenakan pakaian yang nampak asing di mata Leonis.

Dia menengenakan pakaian seperti kavaleri ringan dilengkapi rok dengan desainnya yang didasarkan pada warna biru tua.

Setidaknya, itu tidak terlihat seperti pencuri yang hendak menjarah reruntuhan bersejarah.

"... Ap, apa yang terjadi...?"

Gadis itu menatap Leonis dan bersuara.

Bukannya takut atau panik, perasaan kebingungan justru lebih kuat.

Leonis tiba-tiba menyadari sesuatu yang harus dilakukan.

Benar juga. Aku tadinya ingin menghukum pencuri makam, kan?

“.....Kenapa ada anak kecil di tempat seperti ini?”

“Apa?”

Leonis secara reflek bereaksi terhadap kata-katanya.

Apa maksudnya anak kecil?

Sambil mengerutkan kening, Leonis menunduk untuk melihat anggota tubuhnya.

“...Huh!?”

Dia membelalakan matanya karena kaget.

Mus, mustahil.....!!!

Tangannya kecil tidak berdaya. Kulitnya muda dan tampak lembut.

Tubuhnya seperti anak kecil yang mengenakan jubah hitam.

.......Di dalam jubah hitamnya ada tubuh seperti anak kecil.

Tampaknya Raja Iblis Leonis De Magnus berubah menjadi sosok seorang anak manusia berusia sekitar sepuluh tahun.

...Tidak mungkin, apa teknik reinkarnasi-nya gagal!?

Tingkat ke-12, level tertinggi Sihir Reinkarnasi memiliki beberapa tipe.

Pertama, dengan memindahkan jiwa ke wadah lain yang memungkinkan untuk dilahirkan kembali.

 Kedua, dengan membuat wadah itu sendiri dengan sihir dan memasukkan jiwanya ke wadah tersebut.

Lalu satunya lagi dengan mengembalikan tubuhmu ke kondisi sebelumnya dan merekonstruksinya kembali.

Tentu saja, Leonis mengambil tipe ketiga.

Tipe pertama sangat bergantung pada wadah mana yang akan dilahirkan kembali, dan metode kedua sulit untuk menghasilkan wadah yang dapat menahan jiwa raja iblis, jadi Leonis mengambil opsi ketiga.

Dengan tipe itu, ia merekonstruksi tubuhnya yang gagal ke kondisi primanya dan menjadikannya sebagai wadah untuk jiwanya.

Seperti burung "Phoenix", makhluk mitologi yang dalam ceritanya dihidupkan kembali setelah terbakar menjadi abu dari nyala api.

... tapi mengapa bentuk ini?

Ketika dia mengaktifkan sihir reinkarnasi, dia seharusnya telah mengatur sebuah sihir yang memungkinkannya untuk secara otomatis terbangun kembali sebagai tubuh raja iblis undead.

Mengapa harus tubuh menjijikkan ini?

Apakah aku kembali ke tubuh sewaktu aku masih dipanggil Pahlawan Leonis?

Manset jubah hitam yang aku kenakan juga menjadi terlalu besar.

Dibandingkan dengan tubuh Raja Iblis sebelum reinkarnasi, rasanya tubuh ini sangat tidak bisa diandalkan.

“Eh ...”

Dan, mengenai orang yang muncul di depanku, apakah aku akan tetap aman dengan tubuh kecil ini?

Gadis berambut putih perak itu berdiri perlahan sambil memperbaiki ujung roknya yang acak-acakan.

Ia lalu meletakkan satu lututnya, berjongkok di depan Leonis dan dengan penuh perhatian menatap lekat-lekat ke wajahnya.

Dia secara bergantian menatap Leonis dan kristal gelap yang sudah hancur.

“Kenapa kamu terjebak di dalan benda itu?”

“... I...tu ...”

Leonis menatap pupil mata biru esnya yang sebening kristal dan tanpa diduga, dadanya berdetak kencang.

.... Kuh, inilah kenapa tubuh manusia ...

“Apa mungkin kamu diculik oleh Void?”

“... Void?”

Leonis merajut alisnya karena kata-kata yang tidak dikenalnya.

“.... Ya, ingatanmu pasti kacau karena shock.”

Gadis itu tampaknya telah memikirkan sesuatu—

Tiba-tiba, ia memeluk erat tubuh kecil Leonis.

“...!”

“....Sekarang kamu aman.”

"Ap, apa?"

“Onee-san ini akan melindungimu.”

“B, Berhen ... Mugu, Gugugu...!”

*Fuyon!* 

Dua buah empuk ditekankan ke wajah Raja Iblis Leonis.

Payudara gadis itu lumayan besar. Ujung rambut peraknya menggelitik pipi Leonis.

Jari-jari ramping gadis itu dengan lembut membelai kepala Leonis.

(....Eh!)

Tindakan itu terlalu tidak sopan terhadap Raja Iblis yang memerintah di Necrozoa.

Namun, Leonis tidak bisa melepaskan tangannya dari pelukan erat itu.

Jantungku berdebar kencang. Itu adalah perasaan yang sudah lama ia lupakan saat ia masih menjadi manusia.

Perasaan dipeluk erat begitu nyaman.

(... Eh...?)

Kepalaku pusing.

Menikmati dipeluk erat di dada seorang gadis yang terasa seperti bantal yang nyaman, kesadaran Raja Iblis Leonis jatuh.

◼◼◼

(... Begitu, jadi ini anggur kering yang diremas?)

(TLN: Atau biasa kalian sebut kismis)

Duduk di atas altar batu mausoleum bawah tanah, Leonis membawa makanan biskuit keras yang diberikan oleh gadis berambut perak ke dalam mulutnya.

Mirip seperti makanan para elf, tapi bedanya yang ini lebih renyah.

Rasanya sudah lama sekali aku tidak memakannya, tapi yang ini juga tidak begitu buruk.

“... n, hughugu ...”

Sepotong biskuit tersangkut di tenggorokannya dan dia memukul-mukul dadanya karena tersedak.

Sudah kuduga tubuh ini sudah tak bisa ditolong lagi. Hanya lapar saja sudah membuat aku pingsan.....

Dalam hatinya ia bergumam pada rasa tak menyenangkan di dadanya.

Ya, alasan mengapa Leonis pingsan hanyalah karena rasa lapar.

...... Ini benar-benar konyol. Tidak mungkin raja Iblis terkuat bisa lapar dan pingsan karenanya.

Tak pernah terbayangkan Leonis bereinkarnasi di dalam tubuh manusia sehingga tidak ada kebutuhan untuk menyediakan makanan dan air di mausoleum ini.

Dia tidak mau mengakuinya tapi...

Leonis mengangkat wajahnya dan memandangi gadis yang duduk agak jauh darinya.

(...Gadis ini mungkin adalah penyelamatku.)

Dalam situasi normal, itu adalah prestasi pada tingkat di mana ia akan diberi medali tulang paling agung sebagai tanda penghargaan.

Tampaknya gadis itu sedang berbicara dengan seseorang; tangannya memegang anting-anting di telinganya.

“Saya menemukan seorang anak hilang di dalam reruntuhan. Mohon periksa.”

“—ROGER ... Saya akan mengecek daftar orang hilang.”

Teknik sihir «Remote Conversation» Apakah itu anting-anting katalis sihir?

Menyadari tatapan Leonis, gadis itu tersenyum padanya guna untuk menenangkan pikirannya.

“Syukurlah. Apa kamu sudah tidak lapar lagi?”

“……”

Ketika Leonis mengangguk pelan, dia berdiri dan duduk di sampingnya.

“Saya Lisellia Christalia. Saya —— ksatria magang berusia lima belas tahun yang tergabung dalam Peleton ke-18 dari Akademi Pelatihan Pendekar Holy Sword di  Assault Garden ke-7. Um, siapa namamu?”

Mencocokkan garis pandangnya setinggi Leonis, ia memperkenalkan dirinya.

Dia mengerti bahasanya, tapi sebenarnya ​dia tidak paham apa yang ia katakan.

Leonis hanya bisa paham nama dan usianya.

Berbicara tentang negara ras manusia yang berada paling dekat dengan wilayah ini, itu mungkin adalah Kerajaan Lagarde atau Kerajaan Sihir Schneider, tetapi kata-kata yang diucapkan oleh gadis itu tidak termasuk dalam bahasa dua kerajaan ini.

Dia tampaknya salah paham mengira Leonis adalah anak yang diculik oleh monster atau semacamnya.

...Mau bagaimana lagi karena aku terlihat seperti ini.

Gumam Leonis dalam hatinya.

Alasan mengapa ia bereinkarnasi dalam bentuk ini belum diketahui, tetapi ──

Bagaimanapun, ia bisa mengambil beberapa manfaat dari situasi di mana ia disalahpahami sebagai anak kecil.

...Baiklah, aku harus mengumpulkan informasi tentang dunia saat ini.

Ketika Leonis mengangkat wajahnya, 

“Aku (Ore) — aku (boku) Leonis, Leonis Magnus.”

Sambil membuat suara anak kecil yang sedikit bernada tinggi, dia mengambil nama tanpa mengubahnya dari dirinya sebagai Raja Iblis.

Aku berpikir tentang menggunakan nama samaran sejenak, tetapi kebanggaan Raja Iblis tidak mengizinkanku untuk bermain-main trik murahan seperti itu terhadap manusia. Dan juga ini adalah nama kebanggaan yang dia* berikan padaku.

(TLN: “Kanojo” berarti yang ngasih nama itu seorang perempuan)

Baiklah, aku ingin tahu bagaimana reaksinya ...

Jika nama Raja Iblis Undead Leonis de Magnus diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya sampai sekarang sebagai legenda, dia seharusnya akan bereaksi.

“Leonis?”

Mata biru Lisellia terbuka lebar.

Ho, sudah kuduga dia pasti tahu—

“Itu nama yang imut (kawai)!”

“...O-oh begitu ya?” Ucap Leonis sambil menahan amarahnya.

..... Jauh dari kata “Imut”, itu sebenarnya adalah nama yang membuat dunia jatuh dalam ketakutan.

Bagaimanapun, tampaknya nama Raja Iblis tidak diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya.

“Leonis .... Leo-kun, berapa umurmu?”

“Sekitar 10 tahun .... kukira.”

Leonis menjawab dengan kesabaran untuk tidak mengatakan “Jangan menyingkat nama raja iblisku!”.

“…… Sekitar?”

“Ah, aku berumur sepuluh tahun.”

Aku tak ingat berapa umurku sebelum menjadi raja iblis, tapi ya... Sekitar itu, mungkin.

“Kamu anak hilang, benarkan? Apa kamu masih ingat sosok Void yang menculikmu?”

“Void?” 

Leonis bertanya.

“Jadi kamu tidak tahu?”

“Uh ... ya.”

“Begitu, mungkin ada juga hal seperti itu di daerah terpencil ya.”

Lisellia yang meletakkan tangannya di dagunya, berbisik dan mengangguk puas.

“Void muncul dari dunia yang berbeda dari dunia kita, ia adalah musuh umat manusia. Para ksatria ‘Holy Sword’ kita terus bertarung melawannya.”

“Dunia berbeda? Musuh?”

Leonis bingung.

Seribu tahun yang lalu, iblis dan Pasukan Raja Iblis disebut musuh manusia. Berakar dari Dewi Pemberontak yang mengkhianati Jajaran Dewa yang dikenal sebagai <Ruminas> dan menabuh genderang perang melawan dunia.

Selama seribu tahun ini, apa ada lagi kekuatan baru yang muncul? Tapi ──

Ramalan dewi tidak menunjukkan keberadaan seperti itu.

“Kami datang untuk menyelidiki sarang Void di reruntuhan ini, karena kemungkinan mereka ada di tempat-tempat seperti reruntuhan kuno sangat tinggi. Lalu....”

Lisellia berbalik ke pintu masuk yang terbuka.

“Aku menemukan pintu itu.”

...... Begitu. Sepertinya dia hanya kebetulan menemukan tempat ini.

Masih misteri kenapa pintu yang disegel itu bisa dibuka, tetapi salah satu dari bawahannya mungkin telah mengaturnya untuk bisa terbuka secara otomatis setelah seribu tahun.

Tidak, tunggu ──

Leonis menyadari bahwa dia belum mengkonfirmasi satu hal penting.

“Um ... Lisellia-san.”

“Sellia saja juga tidak apa-apa, Leo-kun.”

“Baiklah, Sellia-san, tahun berapa sekarang dalam Kalender Suci?”

Dia menanyakan tahun dalam kalender yang digunakan oleh kerajaan ras manusia.

Jika ia anggap dunia ini 1000 tahun setelah jatuhnya Necrozoa yang merupakan benteng terakhir dari Pasukan Raja Iblis, maka sekarang seharusnya 1447 tahun dalam kalender suci. Tapi ──

“Kalender Suci?”

Lisellia mengerutkan keningnya karena bingung dan melanjutkan.

“Sekarang adalah tahun ke-64 ‘Kalender Integrasi Manusia’..."

“Kalender Integrasi Manusia?”

Kali ini, Leonis bingung lagi.

Itu adalah kata yang baru didengarnya.

──Apa yang sudah terjadi pada dunia ini?

Pada saat itu, anting-anting Lisellia bersinar.

“——Nyonya ... Waspada, ada Void besar——bertarung....”

“Eh, tunggu Regina!?”

Bzzz, bzzz ─ ─

Suara berisik terdengar dan suara Regina menjadi terputus-putus.

“Apa yang terjadi?”

“... Aku tidak tahu, tapi ...”

Lisellia kemudian berdiri dengan ekspresi tegang.

Tiba-tiba...

DOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!

Mausoleum bawah tanah Necrozoa bergetar hebat.

◼◼◼

“── A-ada apa ini!?”  
 
Dari langit-langit, batu-batu kecil yang berjatuhan menghujani mereka. Lisellia segera memeluk Leonis dengan erat untuk melindunginya.

(......!)

Wajahnya menempel pada seragam yang membungkus dada lembutnya.

“Leo-kun, kamu baik-baik saja?”

“.......Ya, ya ya....”

Gadis itu berbau keringat. Leonis bingung oleh jantungnya yang berdebar kencang dan hanya menganggukan kepala untuk memberikan jawaban.

“Sepertinya Void telah muncul. Dan rekanku sedang bertarung melawannya.”

Ia lalu melepaskannya dan melihat ke sekeliling untuk berjaga-jaga.

*Dor! Dor! Dor! Dor!*

Suara ledakan beruntun bergema dan terdengar keras di kejauhan.

(....Uh, berani-beraninya mereka membuat keributan di masoleum bawah tanah tempat teman-temanku tidur....)

Sebagai Raja Iblis penguasa Necrozoa, ia tidak bisa membiarkan kelancangan semacam ini.

Leonis berusaha bangkit namun──

“......Huwa!”

“Leo-kun!?”

Menginjak ujung jubahnya yang kepanjangan, ia terjungkal ke depan.

(B-Bajingan....)

Dia pun berdiri perlahan dan menggosok hidungnya yang sakit.

.....Dia belum terbiasa dengan tubuh anak kecil ini.

“Kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?”

“Ya, aku baik-baik saja.”

“Yoshi, kamu sungguh anak yang pemberani.”

Lisellia tersenyum dengan senyum yang menenangkan dan membelai kepala Leonis.

Rasanya geli, tetapi ia heran oleh perasaan misterius dan nyaman ini.

Ke-kenapa aku ini……

“Jangan khawatir. Aku akan melindungimu, Leo-kun.”

Mengatakan demikian, ia menarik plat logam dari sabuk di pahanya.

“Pelepasan terbatas Holy Sword (official Relic) tingkat ke-3 «Ray Hawk»── Activation

Plat logam yang ia pegang di kedua tangan berubah bentuk ketika ia mengucapkan sesuatu. Di tangannya ada benda silindris yang memancarkan cahaya mana. Tampaknya itu adalah senjata yang digunakan untuk menembak. Dan senjata semacam itu tidak ada di zaman Leonis.

“Ke sini ---”

 Lisellia mengambil tangan Leonis dan mulai berlari.

 Lalu—

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!

 “.....!?”

Apa yang tiba-tiba muncul adalah lengan besar yang menjebol dinding.

“.....Void kelas Orc!?”

Wajah cantik Lisellia tersentak.

...Orc katamu!?

Leonis sangat senang mendengar istilah yang dia kenal.

Orc: Dalam pasukan Raja Iblis, itu adalah istilah umum untuk monster kanibal yang berada di bawah komando Daemon Lord Disorph.

Tapi harapan itu langsung sirna.

“Mundur, Leo-kun......!”

Faktanya, itu adalah raksasa dengan tinggi sekitar 5 meter yang muncul dari balik dinding yang jebol. Berwarna abu-abu dengan mineral bercahaya merah yang tumbuh di sekujur tubuh besarnya. Tidak ada mata di kepalanya, hanya ada rahang yang menyeramkan, tampak robek, dan melebar di kedua sisi. Kedua lengannya tertutup sisik, terkulai dan menggantung. Di sekitar perutnya, ada sesuatu yang menonjol seperti wajah binatang buas dan tampak menggeliat.

Itu bukan Orc...

Sosok itu tak seperti Orc yang dikenal Leonis.

Dalam ingatannya, apa yang nampak di depannya mirip seperti makhluk buatan gagal yang disintesiskan dengan buruk oleh seorang Ahli Strategi Angkatan Darat dari Pasukan Raja Iblis, Zemain, untuk penelitiannya.

“Jadi itu Orc?”

  Ketika ditanya, Lisellia mengangguk tanpa menggerakkan sedikitpun pandangannya pada monster di depan.

“Ya, musuh umat manusia yang meniru bentuk dewa-dewa kuno—”

Suaranya tersendat.
   
Bang! Lisellia menembakkan senjata yang ada di tangannya. Tapi itu sama sekali tidak berguna pada sisiknya yang keras.

“.....huh, senjata ini, tidak bisa melukainya.....!”

 ■■■■■■■■■■■──!  
 
Void menggaum dan memuntahkan miasma (cairan beracun) dari mulutnya.

Ia menggunakan lengan yang menggantung seperti layaknya cambuk dan mencoba untuk menghancurkan Lisellia.

“Hmph, Dark Barrier «Li Larte»

Di saat Leonis mencoba melantunkan mantra sihir «Realm of Shadow»,
 
*BOOM, BOOM, BOOOOM!*
   
Ledakan-ledakan bergema. Disusul  oleh dampak yang diciptakan, dan tombak api merah tua menerbangkan lengan Void.

“Anda tidak apa-apa, Nyonya Sellia!"

“....Regina!”
 
Satu lagi muncul. Ia adalah seorang gadis muda dengan senjata silindris besar yang ia tadi gunakan untuk menjebol dinding.

Rambut kuncir emasnya berayun dengan intens karena dampak dari gelombang kejut.

……Selain itu, payudaranya juga besar.

Di tengah-tengah kobaran api, mata jasper seperti kucing bersinar dalam kegelapan.
 
Gadis ini juga cantik.

Ia lalu meluncur melompati lantai dengan inersia dan berhenti pada jarak yang sesuai dari Lisellia. 

“Bagaimanapun, reruntuhan ini sepertinya adalah tempat Void berasal–– eh, Nyonya Sellia, siapa anak itu?”

Ia mencondongkan badannya untuk melihat lebih dekat ke Leonis.
   
“Anak yang terjebak dalam reruntuhan. Kita bahas yang ini nanti——.”

"Itu benar--"

■■■■■■■■■■■──!  

Menyingkirkan puing-puing yang menguburnya, monster itu bangkit. Lengan kanan, yang seharusnya hancur, mulai beregenerasi.

Sepertinya monster itu mempunyai vitalitas yang luar biasa.

“Seperti yang diharapkan dari ukuran tubuhnya. Bahkan dengan daya tembak seperti ini, dia masih bisa berdiri...”

Regina segera memasang senjata meriam besar di bahunya.

“Transformasi Holy Sword «Drag Howl»—”

Senjata pemusnah binatang buas imajiner skala besar── ! 〈Dragon Slayer Heavy Gun〉 tingkat ke-4.

Di saat yang bersamaan, senjata besar itu mengubah bentuknya. Dilengkapi dengan moncong seperti rahang naga, senjata itu menjadi lebih besar lagi...

...Apa? Senjata macam apa itu?

Leonis membelalakan matanya.

(....Apa itu Holy Sword-nya?)
  
“Musnahlahhhhhhhhh!”
 
*BOUUUUUUUUUUUM!*

Ledakan yang diciptakan dari tembakan itu benar-benar kuat.

Dengan suara gemuruh, kilatan putih membutakan mata mereka.

(.....Kuh, Ma-masoleum bawah tanahku!)
Leonis hampir berteriak.

Bagaimana pun juga, itu adalah kekuatan yang luar biasa.

Jumlah panasnya bahkan sebanding dengan Lightning Burst «Rag Ira», sihir tipe ledakan tingkat ke-4.

Tapi itu bukan sihir.
   
Ketika diaktifkan, cahaya mana yang seharusnya dihasilkan tidak terlihat.

“A-apa kamu berhasil membunuhnya!?”

“Um, nyonya, kata-kata itu, saya tidak terlalu yakin.....”

Dari balik asap yang membubung, terlihat bayangan raksasa itu naik secara perlahan.  

(Ho, mampu bertahan bahkan dari serangan sekelas Lightning Burst «Rag Ira»?)
 
Leonis terkesan.

Normalnya, monster yang terkena serangan sejenis ini akan berubah menjadi abu.

Gadis pirang itu memandang ke sisi lain asap dan maju selangkah.

 “Nyonya Sellia, tolong pergilah dari reruntuhan ini, saya akan....”

“Regina....”
   
Lisellia sedikit bimbang tapi dengan enggan menganggukan kepala seraya berkata, “Aku mengerti. Berhati-hatilah.”

“Ya, nyonya.”

Regina tiba-tiba tersenyum
Ada rasa kepercayaan yang kuat di antara kedua orang itu meskipun mereka tidak banyak bicara.

“Ayo pergi, Leo-kun.”
   
Lisellia mulai berlari sambil menggenggam lengan Leonis.

◆ 

(Semuanya berjalan tidak sesuai rencana...)

Sambil berlari dengan lengannya ditarik, Leonis menggerutu dalam hatinya.

── Bukankah kebangkitan Raja Iblis itu lebih menakutkan dari ini?

Ritual reinkarnasi gagal (gagal total) dan sebagai akibatnya, ia kembali ke bentuknya sewaktu masih menjadi anak manusia, tentu saja sebelum menjadi raja iblis.

Masoleum bawah tanah disusupi monster dari dunia lain yang disebut Void, dan melakukan perusakan tanpa izin dari pemilik.

Dia ingin kembali dan mengeksekusi monster itu, tetapi itu juga tidak berjalan dengan baik.

Leonis melirik Lisellia dari samping, yang berlari dengan putus asa. Gadis ini adalah sumber informasi berharga tentang dunia saat ini. Dia ingin menggunakannya untuk mengumpulkan informasi sambil sebisa mungkin menyembunyikan identitas aslinya sebagai Raja Iblis.

“Kita hampir sampai ke permukaan!” kata Lisellia, tersengal-sengal.

(Padahal ada jalan pintas untuk sampai ke permukaan.....)

Namun, jika ia menunjukkannya, pasti gadis ini akan curiga.

“.....Huh!”

Barusan, aku merasakan kehadiran──

Segera, Leonis menarik lengan Lisellia.

Zuoooooooooooooooooooow!

Langit-langit runtuh. Terlambat sedetik saja, keduanya pasti akan sama rata dengan tanah.

“.....Leo-kun....?”

“Sepertinya mereka bukan hanya satu saja ya.”

Leonis mendongak dengan punggung menghadap Lisellia yang jatuh. Di balik debu-debu yang berterbangan, bayangan besar bersayap memandang ke bawah.

“.....t-tidak mungkin, ada satu lagi!?”

“Apa itu juga Void?”

“Ya, individu tipe terbang— Kelas wyvern.”

Wyvern ya.. batin Leonis, keningnya berkerut.

Tentu saja, bentuk sayapnya mirip seperti naga terbang, tetapi seluruh tubuhnya menumbuhkan gumpalan mineral dan sama sekali berbeda dari Wyvern yang pernah dilihat Leonis.

Kalau boleh dikata, naga terbang adalah binatang sihir yang lebih elegan dan anggun.

“.......Leo-kun, larilah!!”

Sellia menembakkan tiga tembakan ke Wyvern. Tapi begitulah adanya, tak ada goresan setitik pun pada kulit monster itu.

Tak ada pilihan lain……

Leonis sedikit mengangkat bahu. 

Mau bagaimana lagi, aku akan menunjukkan gadis ini bagian dari kekuatanku... pikirnya. Makhluk ini akan menjadi mitra terbaik untuk latihan pemanasan setelah reinkarnasi.

Akan kubuat kau menyesal karena seenaknya masuk ke masoleum Raja Iblis Leonis ini.

Dengan tawa arogan, Leonis segera merajut sihir kuno. Ia bisa merasakan sensasi dari mana-nya yang mengalir ke tiap-tiap sudut tubuh.

Walaupun, seperti yang diharapkan, itu lebih lemah dibandingkan saat ia menjadi Raja Iblis——

*Shia Aa Aa Aa Aaa!*

Void mengayunkan kuku besarnya ke bawah, ke arah Leonis.

Lenyaplah—

Sesaat ketika Leonis mencoba melepaskan mantra serangan tingkat ke-6.

“...Aku tidak akan membiarkanmu!”

Lisellia tiba-tiba melompat dan muncul di depan matanya, mendorong Leonis.

...apa?

Rambut peraknya merebak, memenuhi pandangan Leonis. Ia melihat cakar Void yang diayunkan ke bawah mengenai tubuh bagian atas Lisellia.

Zushaa!

Terkena sabetan ke samping, ia terpental beberapa meter dan akhirnya terbanting ke tanah.

“Haaa...!”

Leonis menegakkan tubuhnya dan berbalik kearahnya.

“Ah, ku....h...”

Pakaian Lisellia diwarnai merah darah, Leonis membelalakkan matanya dan mematung di tempat.

“kenapa──”

“...... Lari ...”

Membuka bibirnya, walau lemah ia memaksakan kata-katanya agar keluar.

“Bergabunglah ..... dengan Regina dan pergi .... kamu pasti bisa, kan?”

Suaranya lembut, tapi amat putus asa. Tiap kali ia bernapas, luka di dadanya semakin melebar, dan darah yang meluap membasahi tanah. Di belakangnya, ada kehadiran Void yang bergerak. Bukan hanya satu. Tapi kini mereka muncul menjadi tiga Void - dua lainnya berbeda dari Void sebelumnya - kelas Wyvern. Mereka mungkin individu yang sama atau lebih kuat. Tapi Leonis tidak melihat ke belakang, hanya mengabaikan mereka.

“Ce...pat...lah...!”

 “……”

Leonis meraih tangannya, yang mulai tak sadarkan diri. Tangannya terasa sangat dingin. Itu adalah perasaan kematian yang telah Leonis sentuh berkali-kali sampai sekarang. Sangat mudah untuk mengatakan bahwa itu adalah tindakan bodoh dan pengorbanan diri yang tidak berguna. Karena bahkan jika ia tidak bertindak pun serangan setingkat itu tak akan cukup untuk melukai Leonis, Raja Iblis.

Sebenarnya gadis dari ras manusia ini hanya akan ia gunakan sekali pakai untuk mendapatkan informasi tentang dunia ini.

Memang ia adalah penyelamat hidupnya untuk saat ini, tapi ── baginya, nilai gadis ini tidak lebih dan tidak kurang.

Namun, dalam penampilannya yang berdiri melindungi Leonis, mengingatkannya pada sosok wanita itu.

“──menjadi pahlawan itu benar-benar membosankan. Jadilah milikku, Leonis.” Kata gadis itu.

Dengan mengorbankan tubuhnya, gadis itu melindungi anak laki-laki yang terluka. Ia muncul dihadapannya yang telah kehilangan segalanya, dikhianati oleh orang-orang. 

Dia adalah sosok yang memberontak dan dibenci oleh seluruh dunia.

Dia-lah Dewi Pemberontak.

"...Benar-benar, tidak bisa diperbaiki."

Leonis bergumam getir, mencelupkan jarinya ke kolam darah.

“Tubuhku saat ini sudah tak tertolong lagi...”

Kenapa emosi manusiawi ini kembali padaku?

Leonis berdiri dan melirik ke belakang.

Pada saat itu, tiga Void berhenti bergerak seolah membeku. Mereka tertelan oleh eksistensi luar biasa dari anak lelaki di depannya.

Melihat ke sekitar, dinding-dinding jebol tanpa ampun.

“Bajingan, beraninya kalian menginjak-injak masoleumku.”

Suara dingin anak laki-laki bergema.

“Kalian pikir siapa aku, kan? Karena aku bereinkarnasi dalam bentuk tubuh seperti ini jadi kalian mungkin tidak tahu, tapi kalian sudah mengacak-acak masoleumku seperti ini adalah milik kalian. Dan juga, kalian membunuh nona penyelamatku..... Oh ya aku akui. Aku sedikit menyukai nona kecil pemberani ini.”

Ia berceloteh, tidak memperdulikan void di depannya.

“Apalagi, jubah ini terlalu besar jadi sulit untuk aku bergerak dan jujur kakiku sakit.”

Tumitnya lecet karena bertelanjang kaki saat berlari di atas batu. Ia melampiaskan kekesalannya dalam kata-kata itu.

“Ngomong-ngomong, hukuman apa yang cocok untuk para bajingan seperti kalian ya?”

Leonis berpikir sambil melipat tangan. Bagaimanapun, Leonis adalah Raja Iblis yang murah hati. Ia takkan bertindak tanpa memikirkan alasan yang tepat.

Tak peduli bagaimana aku melihat, monster ini tampaknya tidak memiliki kecerdasan.

Mereka tidak akan memahami apa akibat dari yang mereka perbuat.

Sayang sekali. Sangat disayangkan.

Mereka tidak memiliki kecerdasan untuk memahami bahwa anak laki-laki yang tampak fana di depannya adalah keberadaan yang tidak boleh dijadikan musuh.

“Ya sudahlah kalau begitu──”

Sekilas, ia melirik Lisellia yang tergenang oleh noda darah dan memutuskan.

“── kalian harus mati.”

Leonis mengetuk bayangan di bawah kakinya menggunakan kaki kanannya. Dari sana, sebuah tongkat muncul dan menggeliat dengan seram.

Apa yang muncul adalah staf tembaga dengan kristal sihir berwarna biru tertanam di atasnya.

“Sudah seribu tahun aku tidak memegangmu, wahai rekanku──”

Staf itu mengeluarkan miasma yang menakutkan saat jatuh ke tangan Leonis.

Itulah simbol kematian Raja Iblis── «Sorcery Staff of Sealing Sin»

Itu adalah staf mata sihir yang ia dapatkan dari pertarungan melawan naga legendaris.

“....Hm, terlihat tidak pas saat memegangnya dengan tubuh ini” keluh Leonis sambil melambai-lambaikan staf-nya, menatap, menelitinya dengan cermat.

Sighaaaaaaaaaaa!

Void berbentuk Wyvern mengayunkan cakarnya ke bawah.

“────Yareyare, tidak sopan sekali.”

Leonis menyalurkan mana ke dalam staf dan mengucapkan mantra.

*Gushari*

Tubuh besar Void remuk seolah-olah tergencet sesuatu dari atas. Setiap anggota tubuhnya membengkok ke arah yang salah, kepalanya ditekan ke tanah seolah terinjak.

Mantra tipe gravitasi tingkat ke-6, Extreme Heavy Wave  «Villa • Suo».

Monster itu berjuang untuk bisa menggerakkan tubuhnya di dalam area penghalang gravitasi, tapi itu sia-sia.

“── Enyahlah, spesies rendahan.”

Mengetuk tanah dengan ujung bawah staf-nya, Void mengalami penghancuran diri. Tubuhnya terkoyak dan hanya mampu menggaum dalam derita kematian.

*Gwoooaaaaaahhhhhhh!!*

Selanjutnya, Void bertubuh seperti binatang bertanduk, mulai menyerbu.

“Jadi kau tidak takut? Hm menarik.”

Leonis mencondongkan staf-nya ke depan.

Force Field Barrier──«Lua Mayles»”

Mata jahat staf-nya bersinar memancarkan sinar biru, penghalang piramida heksagonal meluas dan dengan mudahnya menangkap Void.

“Apa? Hanya segini?”

Leonis tersenyum tipis.

Di ujung sudut bersentuhan dengan penghalang, badai petir yang hebat menyembur. Namun, mereka tidak sampai menyeruak keluar, menembus penghalang sihir.

“Baiklah, inilah akhirnya──”

Leonis mengayunkan ke bawah staf-nya. Penghalang piramida heksagonal berputar, mencincang void bertanduk tanpa henti.

Yang terakhir, Void, yang terlihat seperti ular, tampaknya sedikit lebih pintar daripada dua lainnya.

Ia merayap menerobos dinding dan mencoba melarikan diri ke lantai bawah.

“Kau pikir bisa lari dariku hm?”

Leonis menendang tanah dengan ringan dan melayang di udara. Dia mengayunkan tongkatnya ke bawah menuju Void yang sudah mulai menyelam ke tanah.

“Jadilah abu!”

Sihir tipe api tingkat ke-8, Ultimate Destruction Fireball──«Al Gu Roberselga».

*Doooooooooooooooooh!*

Api merah tua membakar habis Void itu dalam sekejap.

“.....Hm, cuma segini.”

Ia bergumam sembari dengan lembut mendarat ke tanah.

Dan momen selanjutnya, wajah Leonis berubah terkejut.

“......huh, ti-tidak mungkin!?”

Ada sesuatu yang tidak masuk akal. Apa yang dilihatnya ialah kerangka Void yang terbakar.

“....tulangnya tetap utuh bahkan setelah terkena serangan «Al Gu Roberselga»!?”

«Al Gu Roberselga» adalah sihir api yang membakar segalanya, bahkan mampu melelehkan sisik naga merah yang hidup di «Realm of Flame».

Leonis menatap tangannya dan menghela nafas. Di kala ia disebut pahlawan, sebaliknya dia agak lemah dalam sihir.

Bagaimanapun, dalam bentuk ini, kekuatan sihirnya sepertinya jauh dari masa kejayaannya.

...mungkin setidaknya sepertiga dari kekuatan asliku.

Leonis mendekati Lisellia dan mengambil tangannya. Kulitnya dingin, tapi ia masih bernafas. Tetapi tubuh manusia itu sangat rapuh. Jika ia dibiarkan seperti ini, ia akan mati cepat atau lambat.

Wajah pucatnya sangat cantik tiada duanya. 

“Sebagai Raja Iblis, aku tidak peduli dengan kehidupan manusia.”

Gadis itu mungkin tidak mendengarnya, tetapi Leonis tetap melanjutkan.

“Tapi aku menghormati jiwa yang mulia. Kau bertaruh pada hidupmu dan berusaha melindungiku. Tindakanmu memang sia-sia, tapi tak ada pilihan lain selain mengatakan bahwa kau berusaha melindungi diriku sebagai Raja Iblis, jadi aku akan mengakui jiwa yang seperti itu.”

Leonis mengangkat tubuhnya yang berdarah dengan tangannya.

“...kuh ...berat sekali....”

Tubuh gadis seusia ini mungkin ramping, tapi itu cukup berat untuk Leonis yang bereinkarnasi sebagai bocah sepuluh tahun.

“Maaf, aku memang seorang ahli sihir, tapi aku tidak bisa menggunakan Sihir Suci”

Ini adalah harga dari mereka yang telah mewarnai sihirnya ke Alam Kematian, «Realm of Death». Raja Iblis Leonis bahkan tidak bisa menggunakan mantra penyembuhan yang paling dasar. Selain itu, tidak mungkin untuk menyembuhkan seseorang yang telah kehilangan banyak darah.

Karena itulah, Leonis memutuskan untuk menyelamatkannya dengan cara lain.